Statistik Tanaman Biofarmaka Indonesia 2018

Statistik Tanaman Biofarmaka Indonesia 2018

Pertanian, Kehutanan, Perikanan

Jahe adalah tanaman biofarmaka kelompok rimpang yang mempunyai luas panen paling tinggi pada tahun 2018 yaitu sebesar 10.205,03 hektar. Urutan kedua adalah tanaman kunyit dengan luas panen sebesar 7.481,40 hektar, dan urutan ketiga adalah tanaman laos/lengkoas dengan luas panen sebesar 2.215,80 hektar.Pada tahun 2018, hampir keseluruhan tanaman biofarmaka kelompok rimpang mengalami kenaikan luas panen, hanya tanaman jahe dan tanaman dringo yang mengalami penurunan. Tanaman yang mengalami kenaikan luas panen terbesar adalah Kunyit, naik sebesar 984,66 hektar. Tanaman jahe mengalami penurunan luas panen yang terbesar, turun sebesar 350,98 hektar bila dibandingkan dengan luas panen pada tahun 2017. Pada tanaman biofarmaka kelompok bukan rimpang, tanaman Kapulaga, Mengkudu/Pace, dan Sambiloto mengalami penurunan luas panen. Sedangkan tanaman Mahkota Dewa, Kejibeling, dan Lidah Buaya mengalami kenaikan luas panen. Kenaikan luas panen terbesar terjadi untuk tanaman mahkota dewa (6,20 hektar), dan penurunan terbesar adalah tanaman kapulaga (857,99 hektar).

Tanggal Rilis: 6 Oktober 2019

Penerbit: BPS

ISSN/ISBN: 2339-0956

Ukuran File: 2.84 MB

Dukung UnduhData
QR Code Donasi Saweria

Bantu kami menyediakan data publik secara gratis dan berkualitas.