Statistik Objek Daya Tarik Wisata 2024
Objek daya tarik wisata memiliki peran penting dalam menciptakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Peningkatan peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 ke posisi 22 dari 119 negara menunjukkan kemajuan signifikan, meskipun tantangan seperti infrastruktur dan layanan pendukung masih perlu diperbaiki. Ketersediaan objek daya tarik wisata yang berkualitas mampu mendukung peingkatan TTDI dimasa datang. Ketersediaan objek daya tarik wisata semakin membaik, dilihat dari pertumbuhannya sebesar 17,18% pada tahun 2024. Wisata Alam, Tirta, dan Buatan mendominasi jenis objek daya tarik wisata. Persebaran objek daya tarik wisata menunjukkan ketimpangan antar wilayah, dengan konsentrasi tinggi di Jawa dan Bali dibandingkan daerah lain, seperti Maluku dan Papua yang masih minim pengembangan. Keberlanjutan industri pariwisata juga ditentukan oleh pelestarian lingkungan dan peningkatan daya saing. Aspek ini diidentifikasi dengan penggunaan sumber daya alam secara bijaksana. termasuk penggunaan sumber daya air. Mayoritas destinasi masih mengandalkan air tanah. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur air bersih. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan adopsi teknologi informasi di destinasi wisata menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di masa depan. Keberlanjutan pada dimensi sosial ekonomi pariwisata perlu diperhatikan. Pariwisata berkelanjutan menjadi prioritas dengan fokus pada identrifikasi dampak sosial termasuk aspek budaya dan manfaat bagi penduduk lokal. Dari sisi ekonomi, pendapatan objek wisata mencapai Rp11,63 triliun pada 2024. Meskipun demikian, ketimpangan antarprovinsi dan dominasi Jawa-Bali dalam kontribusi ekonomi menjadi tantangan yang harus diatasi untuk mendukung pertumbuhan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
Tanggal Rilis: 30 Desember 2025
Penerbit: BPS
ISSN/ISBN: 2745-6676
Ukuran File: 19.42 MB
