PENGEMBANGAN METODE ESTIMASI LUAS PANEN PADI BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH
Ketersediaan data beras yang cepat dan akurat merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung perumusan kebijakan pangan nasional, sejalan dengan agenda modernisasi pertanian dan transformasi digital dalam RPJPN 2025–2045. Namun, metode survei lapangan konvensional seperti Kerangka Sampel Area (KSA) dan ubinan masih menghadapi keterbatasan operasional dari sisi waktu, biaya, dan cakupan wilayah, sehingga diperlukan pendekatan metodologi yang lebih efisien.Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pusat Statistik mengembangkan metode Mixed Method yang mengintegrasikan KSA dengan data Earth Observation (EO). Pengembangan metode ini disusun dalam roadmap 2023–2027 dengan tujuan akhir penerapan yang berkelanjutan dan operasional. Laporan ini menjelaskan proses pengembangan Mixed Method selama tahun 2025, meliputi pembangunan model fase tumbuh padi skala nasional, evaluasi permodelan dan estimasi luas panen, kegiatan ground check, kolaborasi nasional dan internasional, analisis tambahan, serta pengembangan sistem otomasi.Hasil pengembangan menunjukkan bahwa metode ini mampu menghasilkan estimasi luas panen yang sejalan dengan pola musiman KSA dan mengurangi ketergantungan pada survei lapangan, meskipun masih diperlukan peningkatan akurasi dan presisi antarwilayah.
Tanggal Rilis: 12 Februari 2026
Penerbit: BPS
Ukuran File: 13 MB
