Kajian Model Terbaik Small Area Estimation Penduduk Bekerja Atau Sekolah pada Level Kecamatan di 10 Wilayah Metropolitan
Ketersediaan data sosial ekonomi pada tingkat kecamatan masih terbatas karena ukuran sampel survei yang kecil dan tingginya error estimasi, khususnya di wilayah metropolitan yang memiliki keragaman sosial ekonomi yang kompleks. Untuk menjawab tantangan tersebut, kajian ini menerapkanSmall Area Estimation(SAE) dalam menduga jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau bersekolah di sepuluh wilayah metropolitan. Pemodelan dilakukan melalui pemilihan variabel bantu yang relevan, penerapan model Fay–Herriot dan variasinya, serta penggunaan transformasi yang sesuai dengan karakteristik distribusi data.Proses analisis diperkuat dengan tahapan validasi berlapis, meliputi pemeriksaan kewajaran statistik, konsistensi agregasi melalui benchmarking, perbandingan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta verifikasi lapangan bersama instansi daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa model SAE mampu meningkatkan presisi estimasi pada level kecamatan dan menghasilkan distribusi yang konsisten dengan informasi pembanding.Meskipun demikian, pengolahan SAE masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait sensitivitas terhadap kualitas variabel bantu dan heterogenitas antarwilayah. Selain itu, hasil estimasi memerlukan penyempurnaan lebih lanjut sebelum dapat dirilis sebagai statistik resmi. Walaupun masih perlu pengembangan, publikasi ini diharapkan menjadi rujukan metodologis dalam penyusunan statistik wilayah kecil, memperkuat integrasi sumber data dalam Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pengelolaan wilayah metropolitan yang lebih inklusif dan berbasis bukti.
Tanggal Rilis: 30 Desember 2025
Penerbit: BPS
Ukuran File: 9.61 MB
