Distribusi Perdagangan Komoditas Beras di Indonesia 2018

Distribusi Perdagangan Komoditas Beras di Indonesia 2018

Statistik Bisnis

ABSTRAKSIPola distribusi komoditas saat ini diduga masih bermasalah, hal ini terlihat dari adanya disparitas harga yang tinggi antara harga di tingkat produsen dengan harga di tingkat konsumen, serta ketersediaan barang yang kurang mencukupi pada saat dibutuhkan terutama di kota-kota besar. Selain itu kurang tersedianya alternatif pilihan, rasa kepuasan yang belum merata antara produsen, lembaga-lembaga usaha perdagangan (dalam tata niaga), dan konsumen juga menjadi masalah dalam distribusi barang.Publikasi ini menyajikan distribusi perdagangan dalam negeri komoditas beras di 34 provinsi di Indonesia yang meliputi 266 kabupaten/kota. Dengan menggunakan metode survei pada sampel produsen dan sampel pedagang, dapat diperoleh informasi mengenai gambaran pola distribusi perdagangan komoditas beras secara nasional maupun di setiap provinsi. Hasil survei menunjukkan bahwa pendistribusian beras dari produsen ke konsumen melibatkan satu sampai empat fungsi usaha perdagangan.Rantai terpanjang dari pola distribusi perdagangan beras dari produsen sampai dengan konsumen melibatkan empat fungsi usaha perdagangan sebagai intermedier yaitu distributor, agen, pedagang grosir, dan pedagang eceran. Secara keseluruhan, rantai utama distribusi perdagangan beras di Indonesia adalah melalui produsen – distributor – pedagang eceran – konsumen akhir. Perolehan margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) perdagangan komoditas beras di Indonesia adalah 26,06 persen. Keywords: distribusi, perdagangan, beras, margin

Tanggal Rilis: 25 Februari 2019

Penerbit: BPS

ISSN/ISBN: 978-602-438-263-6

Ukuran File: 3.47 MB

Dukung UnduhData
QR Code Donasi Saweria

Bantu kami menyediakan data publik secara gratis dan berkualitas.