Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor September 2019
Pada September 2019 nilai impor mencapai USD14.263,4 juta, naik 0,66 persen (USD94,0 juta) dibanding bulan sebelumnya. Demikian pula volumenya naik 6,52 persen menjadi 13.506,4 ribu ton. Nilai impor September 2019 terdiri dari impor migas USD1.591,9 juta (11,16 persen) dan nonmigas USD12.671,5 juta (88,84 persen). Dari keseluruhan nilai impor Januari-September 2019, negara asal utama ditempati Tiongkok USD32.581,8 juta (25,83 persen), diikuti oleh Singapura USD12.697,6 juta (10,07 persen), dan Jepang USD11.850,8 juta (9,40 persen). Dilihat dari golongan penggunaan barang ekonomi, masih didominasi impor bahan baku/penolong sebesar USD93.450,4 juta (74,10 persen), diikuti barang modal USD21.013,4 juta (16,16 persen), dan barang konsumsi USD11.657,2 juta (9,24 persen). Menurut golongan barang SITC (Standard International Trade Classification) 1 dijit, kelompok barang utama impor adalah kelompok mesin dan alat angkutan dengan nilai USD41.032,6 juta (32,53 persen). Selama Januari-September 2019 pelabuhan yang terdapat di Provinsi DKI Jakarta masih menjadi tempat bongkar barang impor utama di Indonesia dengan porsi sebesar 52,06 persen (USD65.664,1 juta).
Tanggal Rilis: 5 Desember 2019
Penerbit: BPS
ISSN/ISBN: 0126-3668
Ukuran File: 14.51 MB
