Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia, 2024 (Hasil Survei Ubinan)

Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia, 2024 (Hasil Survei Ubinan)

Pertanian, Kehutanan, Perikanan

Hasil Survei Ubinan 2024, profil budidaya tanaman jagung menunjukkan sekitar 75,76 persen rumah tangga jagung melakukan budidaya jagung di lahan bukan sawah. Sementara sekitar 38,14 persen rumah tangga kedelai melakukan budidaya kedelai di lahan sawah irigasi. Persentase rumah tangga jagung dan rumah tangga kedelai yang menerapkan cara penanaman monokultur masing-masing sebesar 79,93 persen dan 87,47 persen.Sebagian besar rumah tangga jagung (72,21 persen) membudidayakan varietas jagung hibrida, sisanya 5,35 persen membudidayakan varietas komposit dan 22,44 persen membudidayakan varietas lokal. Pupuk urea merupakan jenis pupuk yang rata-rata penggunaannya tertinggi dalam budidaya jagung, yaitu 256,87 kg/ha. Sementara untuk budidaya kedelai pupuk NPK tertinggi penggunaannya, mencapai 49,52 kg/ha. Sebagian besar rumah tangga jagung (67,25 persen) dan rumah tangga kedelai (68,37 persen) menggunakan cara kimiawi dalam mengendalikan serangan hama/OPT.Rata-rata produktivitas jagung nasional mencapai 59,40 ku/ha, sementara rata-rata produktivitas kedelai sebesar 16,23 ku/ha. Berdasarkan tingkat produktivitas, Pulau Jawa memiliki rata-rata produktivitas jagung paling tinggi dibandingkan dengan luar Pulau Jawa, mencapai 61,23 ku/ha, sedangkan rata-rata produktivitas kedelai tertinggi mencapai 28,19 ku/ha adalah Pulau Sumatera. Berdasarkan jenis lahan, jagung yang ditanam di lahan sawah irigasi memiliki produktivitas tertinggi yaitu mencapai sekitar 67,68 ku/ha, dan produktivitas tertinggi kedelai ditanam di lahan sawah pasang surut, mencapai 28,90 ku/ha.Rumah tangga jagung yang menjadi anggota kelompok tani memiliki produktivitas yang lebih tinggi (55,75 ku/ha) dibandingkan dengan yang dihasilkan rumah tangga jagung bukan anggota kelompok tani (45,91 ku/ha). Sebaliknya, rata-rata produktivitas kedelai (18,17 ku/ha) dihasilkan rumah tangga bukan anggota kelompok tani lebih tinggi dibandingkan anggota kelompok tani (15,73 ku/ha). Rata-rata produktivitas jagung (53,69 ku/ha) dan kedelai (17,03 ku/ha) yang tidak terkena dampak perubahan iklim lebih besar dibandingkan dengan produktivitas jagung dan kedelai yang terkena dampak perubahan iklim.

Tanggal Rilis: 1 Oktober 2025

Penerbit: BPS

ISSN/ISBN: 3063-1807

Ukuran File: 17.91 MB

Dukung UnduhData
QR Code Donasi Saweria

Bantu kami menyediakan data publik secara gratis dan berkualitas.